Bashar Al Assad

Latest Update

Senin, 09 Februari 2015
Teroris Takfiri ISIS Eksekusi 7 Warga Sipil Suriah

Teroris Takfiri ISIS Eksekusi 7 Warga Sipil Suriah

Suriah Hari Ini - Teroris Takfiri ISIS dilaporkan telah mengeksekusi tujuh warga sipil di Suriah utara, sebagaimana mereka terus melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan di wilayah yang mereka kuasai.

Observatorium untuk Hak Asasi Manusia Suriah yang berbasis di Inggris mengatakan pada hari Minggu (8/2/15) bahwa anggota ISIS telah memenggal tiga orang di kawasan dekat pangkalan udara al-Tabqa, yang terletak di provinsi utara Raqqa dan sekitar 400 kilometer (250 mil) timur laut dari ibukota, Damaskus, setelah menuduh mereka bekerja sama dengan pasukan Suriah.

Para teroris membunuh beberapa orang lainnya di barat kota Raqqa atas tuduhan penggunaan sihir.

Selain itu, tiga orang ditembak mati dan kemudian disalib oleh militan ISIS di provinsi utara Aleppo.

Pada tanggal 4 Februari, observatorium HAM Suriah melaporkan bahwa ISIS telah membunuh 50 orang di Suriah sejak awal tahun atas tuduhan mata-mata, menjadi pejuang musuh dan alasan lainnya. Mereka dieksekusi dengan cara dipenggal atau ditembak dan dibakar.(SHI/IT).
Rabu, 04 Februari 2015
no image

Yordania hukum mati dua teroris sebagai balasan untuk ISIS

Yordania hukum mati dua teroris sebagai balasan untuk ISIS
Suriah Hari Ini Yordania menghukum mati dua orang teroris asal Irak beberapa jam setelah kelompok ISIS (Daulah Islam) menyiarkan video pembakaran hidup-hidup seorang pilot asal Yordania, demikian sejumlah sumber dan televisi setempat memberitakan.

Sebelumnya ISIS menuntut agar salah satu terhukum mati, yaitu perempuan asal Irak bernama Sajida ar-Rishawi, untuk dilepaskan dan ditukar dengan seorang tawanan Jepang yang kemudian juga tewas.

Selain ar-Rishawi, pemerintah Yordania juga menggantung seorang tahanan teroris bernama Ziyad Karboli sebagai respon atas kematian pilot Muath al-Kasaesbeh. Anggota Al Qaeda di Irak itu ditahan karena terbukti membunuh seorang warga Yordania pada 2008 lalu.

Sementara itu Ar-Rishawi adalah perempuan yang dihukum mati karena perannya dalam serangan bom bunuh diri pada 2005 yang menewaskan 60 orang.

ISIS sempat meminta pertukaran tawanan antara ar-Rishawi dengan warga Jepang Kenji Goto. Namun yang terjadi kemudian Goto, seorang wartawan senior, justru dieksekusi oleh ISIS dan videonya disebar pada Sabtu lalu.

Yordania sendiri meminta agar pertukaran ar-Rishawi--yang mempunyai hubungan dekat dengan Abu Musab az-Zarqawi yang dihormati oleh ISIS--juga melibatkan pilot al-Kasaesbeh selain dengan Goto.

Pemerintah Yordania pada Selasa kemudian menyatakan sang pilot telah tewas sejak satu bulan yang lalu untuk mengalihkan kritik dari warga yang beranggapan bahwa pemerintah seharusnya bisa bertindak lebih baik untuk menyelamatkan al-Kasaesbeh.

Yordania, yang juga turut ambil bagian dalam perang udara melawan ISIS bersama Amerika Serikat, menyatakan akan merespon pembunuhan terhadap pilot al-Kasaesbeh dengan cara yang "kuat dan menentukan."

Nasib al-Kasaesbeh telah menjadi perbincangan di kalangan warga Yordania selama beberapa pekan terakhir. Beberapa di antara mereka bahkan menyalahkan Raja Abdullah karena turut bergabung dengan Amerika Serikat dalam perang yang hanya mengungtungkan negara-negara Barat.

Sejumlah politisi dan anggota legislatif juga mendesak pemerintah untuk mundur dari koalisi internasional. Namun pihak pemerintah bersikeras bahwa kematian al-Kasaesbeh tidak akan memperlemah komitmen melawan kelompok garis keras.

Raja Abdullah sendiri sempat memperpendek kunjungan ke Amerika Serikat setelah mendengar kematian al-Kasaesbeh. Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi, dia mengatakan bahwa pembunuhan terhadap sang pilot adalah tindakan "teror pengecut" yang sama sekali tidak punya hubungan dengan Islam.
Selasa, 03 Februari 2015
Selasa, 20 Januari 2015
WN Jepang yang Disandera ISIS, Sempat Ikut Perang di Suriah

WN Jepang yang Disandera ISIS, Sempat Ikut Perang di Suriah

Suriah Hari Ini - Metrotvnews.com. Tokyo: Warga Jepang menjadi korban penyanderaan oleh kelompok Islamic State. Seorang dari sandera ternyata turut berperang dengan kelompok oposisi Suriah.

Seperti dilansir AFP, Selasa (20/1/2015), dua warga Jepang yang disandera oleh ISIS bernama Kenji Goto Jogo dan Haruna Yukawa. Latar belakang dua orang ini sangat berbeda.

Goto adalah jurnalis lepas yang melaporkan pertempuran di Kota Kobane, Suria serta beberapa wilayah lainnya.

Lain hal dengan Yukawa, dia dikaporkan ditangkap di Suriah ketika tengah bersama kelompok oposisi Pemerintah Presiden Suriah Bashar Al-Assad. Dia ditangkap pada Agustus 2014 lalu.

ISIS meminta uang tebusan USD200 juta atau sekitar Rp2,5 triliun (Rp12.589 per USD) untuk kebebasan Goto dan Yukawa.

Dalam waktu 72 jam, ISIS mendesak agar uang tebusan tersebut segera dibayarkan. Tampak ancaman itu dilontarkan oleh Jihadi John, yang menjadi algojo dari warga asing yang sebelumnya disandera oleh kelompok militan ini.

Desakan pembayaran tebusan ini ditujukan langsung kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Hal tersebut merupakan tanggapan atas janji Abe untuk mengucurkan dana dengan jumlah yang sama untuk berperang melawan ISIS.

PM Abe pun mendesak ISIS segera membebaskan dua warganya. Abe mengaku sangat marah atas penyanderaan ini dan meminta mereka tidak disakiti dan segera dibebaskan.
Rabu, 19 November 2014
Dalam 5 Bulan, Teroris ISIS Bunuh 1.500 Warga Suriah, Kebanyakan Warga Sipil

Dalam 5 Bulan, Teroris ISIS Bunuh 1.500 Warga Suriah, Kebanyakan Warga Sipil

Suriah Hari Ini - Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah mengeksekusi hampir 1.500 orang di Suriah dalam lima bulan sejak mendeklarasikan kekhalifahan, kata Observatorium Suriah untuk HAM seperti dikutip AFP.

"Observatorium Suriah untuk HAM telah mendokumentasikan eksekusi 1.429 orang sejak ISIS memproklamasikan kekhalifahannya Juni," kata direktur Observatorim, Rami Abdel Rahman.

Kebanyakan korban ISIS di Suriah adalah warga sipil, sambung dia.

"Dari jumlah orang yang dipenggal atau ditembak mati dalam pembunuhan massal oleh ISIS itu 879 orangnya diantaranya warga sipil yang antara lain 700 orang anggota suku Shaitat."

Suku Sunni Shaitat dari provinsi Deir Ezzor mengangkat senjata melawan ISIS pada pertengahan 2014.  63 orang lainnya berasal dari kelompok pemberontak lainnya atau dari pesaing ISIS, Front Al-Nusra.

"483 lainnya adalah tentara Suriah, sedangkan empat lainnya anggota ISIS yang dituduh korupsi atau melakukan pelanggaran lainnya," kata Abdel Rahman.

ISIS telah mengeksekusi sejumlah besar tentara yang loyal kepada Presiden Bashar al-Assad dalam beberapa bulan terakhir setelah menduduki posisi pemerintah di Suriah tengah dan utara.

Kebanyakan tentara Suriah ini dipenggal dan jenasahnya dipajang di depan umum untuk meneror warga sipil dan kelompok lain yang berniat melawan mereka, kata Abdel Rahman.

"Tujuan lain dari eksekusi oleh ISIS adalah meneror komunitas internasional, sembari menarik perhatian militan baru ke pihak mereka," kata dia kepada AFP. (SHI/Antara)
Sabtu, 15 November 2014
Analis: Serang ISIS, Cover Rapi AS Gulingkan Assad

Analis: Serang ISIS, Cover Rapi AS Gulingkan Assad

Suriah Hari Ini - Serangan udara AS terhadap kelompok teroris ISIS di Suriah adalah cover rapi untuk menggulingkan pemerintah Bashar al-Assad, ungkap seorang aktivis politik dan penyiar radio di New York.

Meskipun AS telah menggelar kampanye militer untuk mengalahkan ISIS, pemerintah Assad adalah satu-satunya partai yang berhasil memerangi kelompok teroris tersebut, kata Don DeBar kepada Press TV pada hari Kamis (14/11/14).

Para pejabat AS berusaha untuk menggulingkan Assad untuk melemahkan Suriah dan menciptakan situasi kacau mirip dengan yang terjadi di Irak dan Libya setelah para pemimpin mereka digulingkan, ujar DeBar.

Presiden Barack Obama telah meminta tim keamanan nasionalnya untuk mengkaji ulang strategi AS terhadap Suriah setelah menyimpulkan bahwa ISIS tidak akan kalah dengan Assad berkuasa di Suriah, kata para pejabat AS.

Selama seminggu terakhir, Gedung Putih telah mengadakan empat pertemuan tim keamanan nasional Obama.

Sebagian Teroris ISIS awalnya dilatih oleh CIA di Yordania pada tahun 2012 untuk mendestabilisasi pemerintah Suriah dan kini menguasai sebagian besar Suriah dan Irak. (SHI/IT)
Selasa, 04 November 2014
Gabung ISIS dan Jadi "Pengantin Jihad", Wanita Cantik Asal Inggris Ini Pamer Foto di Suriah

Gabung ISIS dan Jadi "Pengantin Jihad", Wanita Cantik Asal Inggris Ini Pamer Foto di Suriah

Suriah Hari Ini - Seorang wanita cantik asal Inggris yang dikenal sebagai fans Spice Girl dan Towie telah bergabung dengan ISIS.

Tareena Shakil asal Burton, Inggris, juga pamer foto dengan Balita-nya yang berusia 14 bulan, Zaheem, di wilayah Raqqa, Suriah.

Foto yang diambil dari markas kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) itu telah dikirim ke keluarganya di Burton. Pihak keluarga pun bingung, mengetahui Tareena yang dulunya gadis periang dan fans Spice Girl dan Towie telah menjadi anggota ISIS.

Tareena diberi fasilitas khusus di markas ISIS, setelah dia menjadi “pengantin jihad” untuk kelompok yang dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi tersebut.

Ayahnya, Mohammed, 42, mengatakan, kepada The Sun, bahwa putrinya mengirim foto itu untuk menunjukkan bahwa ia dan keluarga barunya telah menetap di Raqa. Foto itu juga untuk menegaskan, bahwa Tarenna telah memutus kontak dengan keluarganya di Burton.

“Dia mengirim (foto) pekan lalu. Dia kini telah memutus kontak. Dia pikir bahwa mereka aman di sana, tetapi mereka tidak (aman). Dia mengatakan sebelum dia pergi, bahwa ISIS akan menyediakan perumahan dan jaminan sosial,” lanjut Mohammed, seperti dikutip Daily Mail, Selasa (4/11/2014).

Menurut orangtuanya, Tareena, telah berbohong kepada keluarganya. Wanita itu semula mengatakan, bahwa dia dan Balita-nya berkemas untuk berlibur ke Spanyol. Namun, ternyata dia pergi ke Suriah.

Dalam pesan yang menakutkan, Tareena mengatakan kepada keluarganya bahwa dia melihat begitu banyak orang tewas di perbatasan Suriah karena tertembak. Tapi, dia dan anaknya Zaheem, mengklaim hidup aman di Raqqa. (SHI/ISN)
 Kapolri Sutarman: Enam WNI Anggota #ISIS Mati Sangit di Suriah

Kapolri Sutarman: Enam WNI Anggota #ISIS Mati Sangit di Suriah

Suriah Hari Ini - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Sutarman memastikan puluhan warga negara Indonesia telah bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Beberapa di antaranya telah tewas dalam pertempuran.

"Enam orang diketahui mati di Suriah. Katanya mati syahid, tapi kalau saya, jelas mati sangit," ujar Sutarman dalam Rakornas Kabinet Kerja yang dihadiri para gubernur seluruh Indonesia di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa 4 November 2014.

Sutarman mengatakan Polri terus melakukan pemantauan WNI yang keluar dan bergabung dengan kelompok radikal itu. Hingga hari ini, Polri mengidentifikasi ada puluhan WNI yang masuk ke wilayah konflik di Syria.

Sutarman mengaku tidak habis pikir terhadap para WNI yang memilih bergabung dengan ISIS. Baginya, apa yang dipelajari WNI dengan kelompok ISIS justru menjadi ancaman.

"Saya tahu ada 97 orang Indonesia berangkat ke Suriah, belajar bom tapi untuk mengebom Indonesia, itu kan gendeng," kata Sutarman.

Meski mengetahui WNI yang bergabung dengan ISIS, Sutaraman tidak bersedia menyebutkan identitas mereka. "Ada 10 orang yang sudah kembali ke Indonesia," ujar Sutarman. (SHI/Viva)
Breaking News
Loading...
Pesan Cepat
Press Esc to close